Ojol Jadi Pasukan Hijau Kukar, Pemkab Pastikan BLT Cair September 2025
(Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi/Pic : Tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Ojek online (ojol) kini tidak sekadar menjadi pilihan transportasi praktis bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar).Mereka juga dijuluki sebagai pasukan hijau yang setiap hari membantu mobilitas warga, mengantar kebutuhan, hingga menopang aktivitas ekonomi.
Atas peran penting tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus untuk ojol akan kembali cair pada September 2025.
Kepala Dinas Perhubungan
(Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi, menyampaikan bahwa program BLT ini memang sempat
tertunda beberapa bulan terakhir karena keterbatasan kas daerah. Namun, setelah
melalui koordinasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),
pencairan dipastikan bisa dilakukan sebelum akhir September.
“Seharusnya sudah ada lima
bulan BLT yang diterima para ojol. Namun karena kondisi kas daerah kosong,
penyalurannya tertunda. Kami sudah berkoordinasi dengan BPKAD, dan
mudah-mudahan setelah tanggal 20 September sudah bisa dicairkan,” ujar Junaidi
usai apel Hari Perhubungan Nasional, Rabu (17/09/2025).
Adapun setiap pengemudi
ojol akan menerima Rp250 ribu per bulan yang langsung ditransfer ke rekening
masing-masing. Syarat penerima antara lain berdomisili di Kukar, terdaftar di
platform Grab, Gojek, atau Maxim, serta tidak sedang menerima bantuan sosial
dari program lain.
Menurut Junaidi,
keberadaan BLT ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap
pengemudi ojol yang bekerja keras setiap hari di jalanan. Selain membantu
mobilitas masyarakat, mereka juga dianggap berperan besar dalam mendukung
ekonomi lokal melalui layanan antar barang maupun makanan.
“Sejak 2023, BLT ojol
rutin kami salurkan. Untuk tahun 2026, program ini tetap akan dievaluasi lagi,
apakah dilanjutkan atau tidak, sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Program BLT ojol sendiri
disambut baik oleh para pengemudi. Bagi mereka, bantuan tersebut bisa menjadi
tambahan penghasilan yang berarti, terutama di tengah tingginya harga bahan
bakar dan kebutuhan hidup sehari-hari.
Dengan pencairan yang ditargetkan
pada September ini, Junaidi berharap para ojol semakin terbantu dalam
menjalankan profesinya. Ia yakin program ini dapat meringankan beban pasukan
hijau Kukar sekaligus memperkuat dukungan terhadap sektor transportasi informal
yang perannya tidak bisa dianggap sepele. (adv/tan)